Selasa, 30 Juli 2013

PENUNGGU TONG SAMPAH


PENUNGGU TONG SAMPAH
Part I
(oleh Rusia)

        Siang itu cerah sekali tak satupun awan tampak diatas udara Kota Metro. Terik sianar mentari sungguh menyengat kulit, burung-burung gereja yang biasanya terbang kesana kemari bersiul tak tampak. Mereka mereka bersembunyi dibalik dedaunan pohon kampboja di sekitar pemkaman umum dipusat Jantung Kota Metro,TPU Samber Metro, burung-burung tersebut tak berani terpanggang hidup-hdup disinar matahari yang teramat terik. Namun di sebuah tong sampah, berwarna kuning dan sedikit berkarat karena terbuat dari besi, disesertai dengan bau busuk teramat menyengat hidung orang-orang yang melintas ditempat tersebut , sehingga mereka yang lewat tersebut menutup hidungnya menahan bau keluar dari tong sampah tersebut.

        Tampak sosok seorang mungil , mengobrak-abrik sebuah tong sampah, ia mengambil sebuah plastik asoi yang diikat berisi sampah. Tampak tubuh mungil itu tidak mengubris trik sinar matahari, dan sering terdengar siulan riang. Dia adalah seorang anak laki-laki usianya sekitar belasan tahun, kerajaan nya yaitu tukang coker ( julukan pemulung di Kota Metro),anak tersebut bernama Mitra Suastiyo.
        “ selamat siang Pak ” sekali-kali ia menyapa orang memabuang sampah ditempatnya mengais sampah tersebut. Namun sapaan  kecil anak tersebut hanya angin lalu bagi orang-orang yang membuang sampah ditempat tersebut, kadang diantara yang membuang sampah ditempat itu mencibir dengan perkatan menghina. Dengan menutup hidunngnya orang tersebut melempar tiga buah plastic ukuran cukup besar kedalam tong sampah tersebut, tanpa menghiraukan seorang anak pemulung yang berada di dalam tong sampah berukuran 2 x3 meter tersebut. Walaupun anak tersebut ada maksut menyapa , namun orang tersebut pergi begitu saja, sembari menutup hidungnya dengan tangannya.
        Lalu anak tersebut mengambail kantong plastik yang dibuang orang tersebut, ditusuk-tusuknya dengan mengunakan ganco, sampai kantong plastic tersebut robek dan terurai isinya, dipilah-pilah nya dengan teliti sampah tersebut , terdapet beberapa kaleng-kaleng dan botol-botol bekas minuman. Barang-barang bekas tersebut dimasukannya  kedalam sebuah karung yang terliaht kusam, kotor berwarna kecoklatan.
        “ aah…tidak ada isi apa-apa”
        “ tapi itu orang  tersebut  sombong yaaaah….! ”  anak tersebut berceloteh sendiri smbari mengelap keringat diwajahnya yang masih terlihat mungil unyu-unyu bahasa anak alay sekarang. Mungkin kalau tidak putus sekolah sekarng sudah duduk dibangku kelas 1 SMP, Namu sayang harapan meneruskan sekolah kejenjang yang lebih tinggi pupus ketika ia lulus sekolah setaun yang lalau mengkibatkan dikrenakakn hinpitan ekonomi  dan kecelakan yang menimpa oaring tuanya. Anak tersebut duduk disebuah ubin disekitar tong sampah tersebut sembari memangku dagunya melihat orang berlalu lalang ditempat tersebut.

(BERSAMBUNG....)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar