PENUNGGU TONG SAMPAH
Part I
(oleh Rusia)
Siang itu cerah sekali tak satupun awan tampak diatas udara
Kota Metro. Terik sianar mentari sungguh menyengat kulit, burung-burung gereja
yang biasanya terbang kesana kemari bersiul tak tampak. Mereka mereka
bersembunyi dibalik dedaunan pohon kampboja di sekitar pemkaman umum dipusat
Jantung Kota Metro,TPU Samber Metro, burung-burung tersebut tak berani
terpanggang hidup-hdup disinar matahari yang teramat terik. Namun di sebuah
tong sampah, berwarna kuning dan sedikit berkarat karena terbuat dari besi,
disesertai dengan bau busuk teramat menyengat hidung orang-orang yang melintas
ditempat tersebut , sehingga mereka yang lewat tersebut menutup hidungnya
menahan bau keluar dari tong sampah tersebut.
Tampak sosok seorang mungil , mengobrak-abrik sebuah tong
sampah, ia mengambil sebuah plastik asoi yang diikat berisi sampah. Tampak tubuh
mungil itu tidak mengubris trik sinar matahari, dan sering terdengar siulan
riang. Dia adalah seorang anak laki-laki usianya sekitar belasan tahun,
kerajaan nya yaitu tukang coker ( julukan pemulung di Kota Metro),anak tersebut
bernama Mitra Suastiyo.
“ selamat siang Pak ” sekali-kali ia menyapa orang memabuang
sampah ditempatnya mengais sampah tersebut. Namun sapaan kecil anak tersebut hanya angin lalu bagi
orang-orang yang membuang sampah ditempat tersebut, kadang diantara yang
membuang sampah ditempat itu mencibir dengan perkatan menghina. Dengan menutup
hidunngnya orang tersebut melempar tiga buah plastic ukuran cukup besar kedalam
tong sampah tersebut, tanpa menghiraukan seorang anak pemulung yang berada di
dalam tong sampah berukuran 2 x3 meter tersebut. Walaupun anak tersebut ada
maksut menyapa , namun orang tersebut pergi begitu saja, sembari menutup
hidungnya dengan tangannya.
Lalu anak tersebut mengambail kantong plastik yang dibuang
orang tersebut, ditusuk-tusuknya dengan mengunakan ganco, sampai kantong plastic
tersebut robek dan terurai isinya, dipilah-pilah nya dengan teliti sampah
tersebut , terdapet beberapa kaleng-kaleng dan botol-botol bekas minuman. Barang-barang
bekas tersebut dimasukannya kedalam sebuah
karung yang terliaht kusam, kotor berwarna kecoklatan.
“ aah…tidak ada isi apa-apa”
“ tapi itu orang
tersebut sombong yaaaah….! ” anak tersebut berceloteh sendiri smbari
mengelap keringat diwajahnya yang masih terlihat mungil unyu-unyu bahasa anak
alay sekarang. Mungkin kalau tidak putus sekolah sekarng sudah duduk dibangku
kelas 1 SMP, Namu sayang harapan meneruskan sekolah kejenjang yang lebih tinggi
pupus ketika ia lulus sekolah setaun yang lalau mengkibatkan dikrenakakn
hinpitan ekonomi dan kecelakan yang menimpa
oaring tuanya. Anak tersebut duduk disebuah ubin disekitar tong sampah tersebut
sembari memangku dagunya melihat orang berlalu lalang ditempat tersebut.
(BERSAMBUNG....)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar