MENJELMA
Aku dapat mengeja detak jantungku , yang
mulai pilu matakupun terasa linu menyaksikan derai embun yang telah
bercerai denagan Fajar ,,,
Aku terpauat bersama genangan terik yang
menyetubuhi hujan ,,,,
Ku tak mampu menata hidup yang semakain
runyam tertanam racun mendalam,
dugaan tentang dunia yang kian menggila
,,terpatahkan oleh senyuman rembualan dibalik Dini, ku ingin bertemu sesosok
mawar yang menjelma melati menjelma anyelir yang menjelma rerumput yang
menjelma hembusan angin dalam percik-percik cinta pada tumpukan awan yang menjadi tempatku berbaring menanti bintang dan mimpi ,,,
meski ku tak sangup lagi bersandiwaara yang mengelbauhi jiwa ku yang tealah kosong
tanpa waktu.
Asmara Setia Ningrum RA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar